Pemahaman Terhadap Cadel R Dewasa dan Sedikit Motivasinya
Salma Lidya dan Susilo

By Perpustakaan SMPN 4 Samarinda 21 Feb 2025, 09:56:31 WIB Artikel
Pemahaman Terhadap Cadel R Dewasa dan Sedikit Motivasinya

Wibowo (2001:21) menyatakan bahwa bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.   

Manusia perlu berkomunikasi karena merupakan makhluk sosial. Aktivitas komunikasi ini terjadi pada setiap kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, yang semuanya memerlukan interaksi dengan lingkungan sosial. Pada intinya, bahasa memiliki beberapa fungsi yang digunakan sesuai kebutuhan individu, yaitu sebagai sarana untuk mengekspresikan diri, sebagai alat komunikasi, sebagai sarana untuk integrasi dan adaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, serta sebagai alat untuk mengendalikan perilaku sosial (Keraf, 1997).

Gangguan berbahasa adalah keterbatasan yang dialami dalam mengembangkan kemampuan bahasa sesuai dengan usia dan tahap perkembangan. Gangguan ini bisa memengaruhi aspek ekspresif (berbicara) maupun reseptif (memahami bahasa).

Gangguan dalam pengucapan fonem /r/ /ini dikenal sebagai cadel, baik pada anak-anak maupun, lebih khusus lagi, pada orang dewasa. Ada dua jenis cadel yang dikenal Cadel Ringan adalah Individu masih mampu mengucapkan fonem /r/ namun terdengar kurang jelas atau berbeda. Pada anak-anak, cadel ringan adalah hal umum dan sering kali membaik seiring perkembangan alat bicara. Cadel Berat adalah Individu sama sekali tidak bisa mengucapkan fonem /r/ dan mungkin menggantinya dengan bunyi lain, seperti /l/ atau /w/. Jika dibiarkan hingga dewasa, gangguan ini bisa mempengaruhi kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

Cadel pada umumnya dikenal dengan pembunyian fonem /r/ yang tidak sempurna sehingga terdengar seperti fonem /l/. namun pada kasus di sini ketidak sempurnaan pengucapan fonem /r/ tidak selalu menjadi fonem /l/. Banyak sebutan lain atau pembunyian lain sebagai pengganti pembunyian fonem /r/ seperti berubah menjadi /y/, /l/, /w/, dan /h/. Fonem /r/ yang merupakan konsonan ini posisi dalam katanya bisa menduduki semua posisi yaitu awal, tengah, dan akhir contoh: raja, urat dan lebar (Chaer, 2009:91).

Dampak dari gangguan ini terlihat pada aspek komunikasi sehari-hari. Ketidakmampuan untuk mengucapkan fonem /r/ dengan benar dapat menyebabkan salah tafsir atau kebingungan, terutama pada kata-kata yang memiliki makna berbeda jika diucapkan dengan bunyi yang salah. Misalnya, "rumah" menjadi "lumah" atau "rambut" menjadi "lambut." Pada orang dewasa, gangguan ini sering kali memengaruhi rasa percaya diri karena perasaan kurang atau malu saat berbicara di depan umum atau berinteraksi sosial (Sarwono, 2004).

Mengalami Cadel R tidak mengurangi rasa percaya diri pada saat berkomunikasi di usia yang cukup matang. Salah satu seseorang yang mengalami Cadel R sebutlah MR. MR adalah seseorang yang mengalami Cadel R yang tinggal di daerah Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara.

Cadel R yang MR alami membuat MR tidak mengurangi rasa percaya diri ketika berkomunikasi dengan siapa saja. MR menyadari dirinya mengalami Cadel R ketika Sekolah Dasar, tidak pasti di tahun keberapa tetapi MR ingat sekali ia pernah di ejek pada saat duduk di sekolah dasar.

Pada Mr, ketika diajak berkomunikasi terasa sekali ketika  terdapat kata yang memiliki huruf  R, MR akan menyebutnya L.

Ketika MR menyebut kalimat  “Ular Lari Lurus” menjadi “Ulal Lali Lulus”

Terdapat kesalahan dalam pelafalan fonem /r/ pada posisi tengah kata, di mana bunyi tersebut digantikan oleh fonem /l/. Individu tersebut kesulitan mengucapkan fonem /r/ dengan jelas sehingga menggantinya dengan fonem /l/, yang dianggap lebih mudah diucapkan, tanpa mengubah makna kata yang dimaksud.

Ketika bekomunikasi di lapangan MR hanya mengalami kesulitan dalam melafalkan fonem /r/, sementara fonem lainnya tidak mengalami gangguan. MR tidak merasa terganggu dengan kekurangannya tersebut dan tetap menunjukkan kepercayaan diri saat berkomunikasi. Dalam komunikasi MR mampu berkomunikasi dengan lancar, dan lawan bicara dapat memahami penjelasannya dengan baik.

Ketika bertukar fikir kami menanyakan apa motivasi MR tetap percaya diri walaupun memiliki sedikit kekurangan saat berkomunikasi yaitu Cadel R. Berikut penjelasan singkat dan sedikit motivasi MR.

1. Berkomunikasi lah dengan bahasa yang baik.

2. Berfikirlah sebelum berbivcara.

3. Berbicaralah layaknya memiliki 1001 ilmu yang dimaksud adalah berbiacara dengan sopan dan memiliki tata krama.

4. Kurangi kata-kata yang kurang bijak dan tidak pantas di ucapkan.

5. Terimalah sedikit kekurangan mu dan kembangkan semua kelebihanmu.

 

Penulis : Salma Lidya dan Susilo




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment